Resensi Film BOMBE’

 

Karena tanpa teman, kita bukan siapa-siapa

Malratuindah.co.id – Makassar sebagai salah satu kota besar di Indonesia, hari demi hari mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Baik dari segi fisik yang ditandai dengan semakin banyaknya bangunan atau gedung-gedung bertingkat maupun dari segi non fisik yakni perkembangan sosial budaya, pergaulan yang sedikit banyaknya memberikan pengaruh terhadap perilaku/gaya hidup masyarakat kota Makassar. Citra masyarakat Makassar yang “anarkis” menjadi perhatian khusus bagi kita semua untuk bisa memperbaiki atau membangun kembali citra positif diluar, Makassar sebagai kota yang sejuk dan ramah harus mampu diciptakan melalui kampanye dan pendidikan yang mampu mengajak seluruh warga kota sadar akan pentingnya menjaga lingkungan dan ketertiban. Menghargai hak orang lain serta bertanggung jawab terhadap kewajiban masing-masing.

Fenomena kekerasan yang marak terjadi akhir-akhir ini, tawuran antar kelompok, demonstrasi mahasiswa yang berujung bntrok dan anarkis, perilaku negatif geng motor, dan tindak-tindak kriminalitas mendorong sekelompok anak muda Makassar untuk mencoba menyampaikan sebuah pesan sarat makna lewat sebuah film.

Bombe’ merupakan garapan sutradara, Syahrir Arsyad Dini alias Rere Art2tonic dan kawan-kawannya, bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Makassar. Melalui adegan demi adegannya, Bombe’ ingin membawa kita untuk merasakan dampak jika permusuhan terus terjadi di Kota Makassar.

Setting film ini di sebuah Sekolah Dasar (SD), dimana ada dua gank yang selalu berseteru, gank kelas 1A (Seysa, Aya, Nisa, Zaky dan Yudi) dan gank kelas 1B (Kayla, Rara dan Tika. Hampir setiap hari terjadi perkelahian diantara mereka, dari hal-hal yang kecil sampai ke masalah yang besar. Hingga suatu hari, mereka berjanji untuk membuat perhitungan setelah pulang sekolah.

Anggota gank 1A yang menunggu di kelas karena gank 1B masih ada pelajaran tambahan akhirnya tertidur karena lelah menunggu. Satu persatu mereka pun tertidur di kelas, di atas bangku atau di atas meja. Saat terbangun, Aya heran melihat kondisi sekolah yang sudah kosong, bukan hanya di sekolah, bahkan sampai jalan raya di depan sekolah mereka, sepi dan tidak ada aktifitas seorang pun. Aya dan Seysa, Kayla dan Nisa, serta Zaky dan Yudi pun meninggalkan sekolah, berusaha mencari tahu apa yang terjadi? Apa yang membuat kota Makassar yang tiba-tiba kosong tanpa ada orang-orang yang beraktifitas? Mereka menyusuri sudut-sudut kota Makassar, mencari tahu, bermain dan bertahan hidup.

Hingga akhirnya Aya dan Seysa bertemu dengan Om Aco, beliaulah yang menjelaskan tentang keadaan yang terjadi serta apa yang menyebabkan sehingga kota Makassar menjadi kosong? Bersama Om Aco, Aya dan Seysa mencari teman-temanya yang tertinggal saat masih tidur di sekolah. Sampai mereka semua bertemu di sebuah rumah sakit karena luka parah di kaki yang dialami Kayla saat berlari menghindari serangan anjing.”

Itulah sepenggal cerita dari film Bombe’. Kata Bombe’ itu sendiri diambil dari bahasa bugis makassar yang dalam terjemahan Indonesia berarti permusuhan, merupakan karya film yang merefleksikan kondisi kota Makassar yang sering diidentikkan dengan tawuran, perkelahian kelompok hingga demonstrasi. Film berdurasi 90 menit diputar seluruh bioskop jaringan XXI dan 21 se Indonesia, salah satunya diputar di XXI Mal Ratu Indah dengan menghadirkan sejumlah pemain lokal asal Makassar, yakni, Zahra Syahirah, Syahrir, Alya Nur Azizah Hendra, Siti Anisyah Putri, Safanah Kayla Putri Zulkarnain, Muh Dzaky Nur Irfansyah dan Andi Emir Wahyudi Aspa.

Menurut Sutradara film Bombe’ Syahrir Arsyad, setelah penantian panjang akhirnya film tersebut bisa dinonton di bioskop, makanya saat ini gencar dilakukan promosi untuk mengajak mereka menonton film bergenre budaya lokal di Makassar. Apalagi para pemain akan menyampaikan ucapan-ucapan dalam bahasa lokal makassar atau dialek Makassar yang sangat kental.

Akting natural para bintang ‎cillik dalam film ini diklaim sang sutradara bakal menguras emosi penonton, terutama dalam penyajiannya yang akan menampilkan sudut kota Makassar dalam frame yang berbeda dari biasanya. Menurutnya, visualisasi gambar akan sangat apik karena menampilkann berbagai sudut-sudut monnumental di Makassar seperti Losari, Karebosi, Monumen Mandala, masjid terapung dan lainnnya. Selain itu dalam cerita nantinya akan banyak adegan menarik yang bisa memberikann kejutan kepada penonton, seperti kondisi kota yang lengang ditinggal pergi penduduknya, perekonomian lumpuh, serta tak ada akses transportasi seperti laiknya pemandangan kota biasanya. Film yang telah melaksanakan proses syuting sejak Oktober 2013 ini akan ditampilkan dengan subtittle bahasa Indonesia.

Film ini ini saat ditonton dilengkapi dengan subtitle berbahasa Indonesia yang baku, sehingga semua penonton dapat memahami isi filmnya. Mengingat, film ini sarat pesan moril bahwa tanpa teman kita bukanlah siapa-siapa ini dapat menjadi tontonan kebanggaan Indonesia khususnya bagi masyarakat Sulawesi Selatan.

Mantan Walikota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin juga akan menjadi satu diantara beberapa pemain lainnya meramaikan film Bombe. Ilham dituntut berakting bersama para pemain sebagai seorang figur yang mengajak warga kembali berdamai, stop anarkis dan menjaga ketenteraman dan harmonisasi bermasyarakat. Beberapa adegan film nantinya dijamin menguras emosi apalagi saat melihat kondisi kota yang kosong tanpa penghuni dan ada 6 orang anak yang tersesat ingin pulang ke rumah namun tak ada bantuan.

Penasaran dengan alur ceritanya? buruan serbu tiketnya dan nikmatilah tontonan berkualitas karya anak muda makassar. Selamat menikmati!

Data Film

  • Film Tayang: sejak 6 November 2014
  • Genre: Drama, Children
  • Produksi: Art2tonic
  • Produser: Hendra Sirajuddin
  • Penulis: Andi Iqbal Latief
  •  Sutradara: Rere
  •  Durasi: 92 minutes
  • Rating: SU
  • Para Pemain: – Zahra Syahira Syahrir – Ali Ramadhan – Arsy Azzahra Putrizal – Alya Nur Azizah Hendra – Andi Emir Wahyudi Aspa – Ilham Arief Sirajuddin – Muh Dzaky Nur Iffansyah – Nara Ilham – Siti Anisyah Putri – Safanah Kayla Putri Zulkarnain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PGRpdiBzdHlsZT0id2lkdGg6IDEwMjBweDsiIGNsYXNzPSJ3cC12aWRlbyI+PCEtLVtpZiBsdCBJRSA5XT48c2NyaXB0PmRvY3VtZW50LmNyZWF0ZUVsZW1lbnQoJ3ZpZGVvJyk7PC9zY3JpcHQ+PCFbZW5kaWZdLS0+Cjx2aWRlbyBjbGFzcz0id3AtdmlkZW8tc2hvcnRjb2RlIiBpZD0idmlkZW8tNTQ2LTEiIHdpZHRoPSIxMDIwIiBoZWlnaHQ9IjU3NCIgcHJlbG9hZD0ibWV0YWRhdGEiIGNvbnRyb2xzPSJjb250cm9scyI+PHNvdXJjZSB0eXBlPSJ2aWRlby9tcDQiIHNyYz0iaHR0cDovL21hbHJhdHVpbmRhaC5jby5pZC93cC1jb250ZW50L3VwbG9hZHMvMjAxOC8wMS9TZXF1ZW5jZS0wMi5tcDQ/Xz0xIiAvPjxhIGhyZWY9Imh0dHA6Ly9tYWxyYXR1aW5kYWguY28uaWQvd3AtY29udGVudC91cGxvYWRzLzIwMTgvMDEvU2VxdWVuY2UtMDIubXA0Ij5odHRwOi8vbWFscmF0dWluZGFoLmNvLmlkL3dwLWNvbnRlbnQvdXBsb2Fkcy8yMDE4LzAxL1NlcXVlbmNlLTAyLm1wNDwvYT48L3ZpZGVvPjwvZGl2Pg==
SUBSCRIBE TO NEWSLETTER
Turpis dis amet adipiscing hac montes odio ac velit? Porta, non rhoncus vut, vel, et adipiscing magna pulvinar adipiscing est adipiscing urna. Dignissim rhoncus scelerisque pulvinar?
PGlmcmFtZSB3aWR0aD0iMTAwJSIgaGVpZ2h0PSIxMDAlIiBzcmM9Imh0dHBzOi8vd3d3LnlvdXR1YmUuY29tL2VtYmVkL0loZ09vVUhSZnFBP3JlbD0wIiBmcmFtZWJvcmRlcj0iMCIgYWxsb3dmdWxsc2NyZWVuPjwvaWZyYW1lPg==
[circular_countdown settings_id='1']