Agar Tidak “Rugi” Menonton Film

Malratuindah.co.id – Siapa yang tidak suka menonton film? Ya tentu saja orang yang tidak suka menontonnya, dan orang-orang yang tidak mendapatkan kesempatan untuk bisa mengaksesnya. Tapi bagi yang tinggal di perkotaan, kita tidak luput dari media yang satu ini untuk sekedar menghibur bahkan hingga belajar melalui film yang merupakan refleksi dari realita kehidupan. Film genre apa yang sering Anda tonton? Genre apapun itu, Anda mempunyai cara sendiri untuk menikmatinya. Tapi siapa yang ingin rugi ketika mengeluarkan kocek untuk sesuatu? Berikut adalah cara cerdas untuk menikmati film agar dana yang Anda keluarkan tidak sia-sia ketika menonton film.

  1. Tentukan Film seperti Apa yang Ingin Anda Tonton Sesuai dengan Mood Anda. Ketika sedih biasanya seseorang ingin menonton film yang penuh dengan komedi, atau sekalian melihat film dengan kisah yang menyedihkan untuk mewakili dan melegakan perasaannya dengan melihat kesedihan lain. Film documenter atau film biografi juga mudah menjadi inspirasi.
  1. Pilih Film berdasarkan Pemain, Sutradara, Director of Photography, dan Instrumen Lain Pembentuk Film Itu. Ada proses pendewasaan dalam pembuatan film yang berkualitas. Sebaiknya Anda mengecek dulu siapa saja yang terlibat dalam film itu, dan seperti apa cerita film yang akan Anda tonton. Tentu saja orang-orang yang sudah terbilang senior akan menampilkan karya terbaiknya, tapi terkadang orang-orang baru juga muncul dengan ide-ide yang fresh. Anda perlu menyaksikan trailer atau menyimak “ide baru” tersebut.
  1. Perhatikan dan Peduli Terhadap Produksi Film Lokal/Nasional yang Berkualitas. Produksi Film Indonesia saat ini telah semakin banyak dengan kualitas masing-masing Production House yang juga semakin kreatif mengembangkan ide-ide. Di Makassar sendiri, dan di banyak wilayah lain, film indie adalah referensi yang baik untuk menstimulus pikiran dan perasaan.

Film produksi lokal/nasional memiliki cerita yang lebih dekat dengan yang tumbuh dan berdarah Indonesia. Tapi, selektiflah terhadap film apa yang akan Anda apresiasi. Terlebih lagi, apresiasi bukan hanya untuk pembuat filmnya saja, tapi untuk diri Anda sendiri yang paling utama.

Selain itu ada suatu teori juga yang menyatakan semacam “Film yang baik adalah ketika melihatnya sambil menutup telinga lalu Anda mengerti, dan film yang buruk adalah ketika menutup mata tapi mendengarkannya lalu Anda mengerti.” Dengan kata lain, film memang adalah kesatuan audio visual yang disajikan untuk Anda, tapi unsur utama film sejak awal adalah gambar-gambar yang tersusun untuk mata Anda. Tidak perlu sampai menonton film jika Anda hanya butuh mendengarkan saja. (*)

Author: [social type=”twitter”]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

PGRpdiBzdHlsZT0id2lkdGg6IDEwMjBweDsiIGNsYXNzPSJ3cC12aWRlbyI+PCEtLVtpZiBsdCBJRSA5XT48c2NyaXB0PmRvY3VtZW50LmNyZWF0ZUVsZW1lbnQoJ3ZpZGVvJyk7PC9zY3JpcHQ+PCFbZW5kaWZdLS0+Cjx2aWRlbyBjbGFzcz0id3AtdmlkZW8tc2hvcnRjb2RlIiBpZD0idmlkZW8tNTczLTEiIHdpZHRoPSIxMDIwIiBoZWlnaHQ9IjU3NCIgcHJlbG9hZD0ibWV0YWRhdGEiIGNvbnRyb2xzPSJjb250cm9scyI+PHNvdXJjZSB0eXBlPSJ2aWRlby9tcDQiIHNyYz0iaHR0cDovL21hbHJhdHVpbmRhaC5jby5pZC93cC1jb250ZW50L3VwbG9hZHMvMjAxOC8wMS9TZXF1ZW5jZS0wMi5tcDQ/Xz0xIiAvPjxhIGhyZWY9Imh0dHA6Ly9tYWxyYXR1aW5kYWguY28uaWQvd3AtY29udGVudC91cGxvYWRzLzIwMTgvMDEvU2VxdWVuY2UtMDIubXA0Ij5odHRwOi8vbWFscmF0dWluZGFoLmNvLmlkL3dwLWNvbnRlbnQvdXBsb2Fkcy8yMDE4LzAxL1NlcXVlbmNlLTAyLm1wNDwvYT48L3ZpZGVvPjwvZGl2Pg==
SUBSCRIBE TO NEWSLETTER
Turpis dis amet adipiscing hac montes odio ac velit? Porta, non rhoncus vut, vel, et adipiscing magna pulvinar adipiscing est adipiscing urna. Dignissim rhoncus scelerisque pulvinar?
[circular_countdown settings_id='1']